Perpustakaan Pascasarjana UIN Alauddin

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of DISERTASI: PEMALI DALAM BUDAYA MASYARAKAT BUGIS DAN
MAKASSAR DI SULAWESI SELATAN                                  
PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
Penanda Bagikan

Text

DISERTASI: PEMALI DALAM BUDAYA MASYARAKAT BUGIS DAN MAKASSAR DI SULAWESI SELATAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

zaenal abidin - Nama Orang;

Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana prespektif hukum Islam
terhadap eksistensi pemali pada budaya Bugis dan Makassar di Sulawesi Selatan?.
Pokok masalah tersebut dijabarkan menjadi sub masalah, yaitu bagaimana
pandangan hukum Islam terhadap posisi, pemertahanan, dan muatan nilai pemali
dalam kehidupan masyarakat Bugis dan Makassar di Sulawesi Selatan? Tujuan
penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan posisi pemali, pemertahanan, dan nilainilai
pemali
dalam
sudut
pandang hukum
Islam.


Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan analisis data kualitatif yang
disajikan secara deskriptif-eksploratif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah
pendekatan multidisipliner meliputi sejarah, antropologi, filosofis, dan ilmu syariat.
Sumber data primer adalah masyarakat Bugis dan Makassar yang terpilih pada
daerah perwakilan. Sumber sekunder yaitu buku atau hasil penelitian yang terkait
dengan pembahasan. Pengolahan data dilakukan dengan langkah observasi,
wawancara, dan penelusuran referensi. Teknik pengolahan dan analisis data
dilakukan dengan tahap reduksi data (kondensasi), display atau penyajian data, dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa eksistensi pemali dalam masyarakat
Bugis dan Makassar dapat ditemukan dalam posisinya sebagai kepercayaan kepada
sumbernya yaitu orang tua atau leluhur dan keyakinan pada ancaman akibatnya.
Demikian juga posisinya sebagai sistem kebudayaan atau pangadereng. Eksistensi
pemali masih bertahan karena memiliki faktor pemertahanan yang terkait dengan
posisinya dalam budaya. Sumbernya yang bersifat doktrin dari orang tua,
kepercayaan atau ketakutan pada anacaman akibatnya, dan kandungan nilai-nilai
pangadereng yang ada di dalamnya. Eksistensi pemali didukung dengan muatan
nilai-nilai kearifan, di antaranya nilai kesadaran dan ketaatan hukum, nilai moralitas
dan pendidikan karakter, nilai kesadaran sosial, dan nilai kesehatan. Pemali dengan
muatan nilainya menguatkan pangadereng dan melestarikan keyakinan masyarakat terhadapnya. Eksistensi pemali dengan tiga bentuknya tersebut dalam perspektif
hukum Islam, ada yang boleh dipertahankan dan diwariskan kepada generasi dengan
penyesuaian dengan prinsip dan nilai-nilai syariat, tetapi ada juga yang tidak boleh
dilanjutkan karena tidak berkesesuaian prinsip hukum Islam dan syariat.
Penelitian ini berimplikasi dengan upaya perluasan wawasan masyarakat,
baik dalam bidang hukum Islam maupun dalam bidang budaya, khususnya konsep
pangadereng Bugis dan Makassar di Sulawesi Selatan. Meskipun fokus area
penelitain ini dibatasi pada Sulawesi Selatan, tetapi nilai-nilai pangadereng di
dalamnya dapat berlaku secara universal tanpa dibatasi suku, agama, dan ras.
Implikasi penelitian ini juga terkait dengan kemungkinan adanya alternatif
metode dan media yang tepat dalam menumbuhkan kesadaran hukum Islam dan
ketaatan dalam menjalankan hukum Islam secara ka>ffah (totalitas); mencakup
pelaksanaan ibadah mahd}ah dan muamalah yang dihiasi dengan akhlak yang terpuji.
Sebagai penganut syariat Islam, idealnya masyarakat menerapkan hukum
Islam secara konsekuen dan menyeluruh (ka>ffah). hanya saja, penerapan hukum
Islam membutuhkan proses pembiasaan untuk menumbuhkan kesadaran dan
ketaatan hukum. Sekaitan dengan upaya itu, masyarakat (orang tua) sedikitnya harus
memiliki dau syarat, pertama, pengetahuan yang memadai mengenai ajaran Islam
dan kedua, pengetahuan mengenai cara mengajarkannya kepada anak atau generasi.
Kedua syarat ini mutlak dimiliki orang tua untuk membekali anaknya nilai-nilai
yang menjadi pegangan hidupnya. Sembari mengupayakan hal itu, pemali tidak
boleh ditinggalkan sepenuhnya guna menghindari kekosangan nilai. Kekosongan
akan nilai-nilai moral akan mengakibatkan anak-anak tumbuh tanpa pegangan hidup
yang menyebabkannya rentan pada pengaruh lingkungannya, terutama pengaruhpengaruh
negatif.


Ketersediaan
#
Pascasarjana 2X4
80100311015
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Repair
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
2X4
Penerbit
PASCASARJANA UINAM : ., 2019
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2X4
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • DOWNLOAD
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Pascasarjana UIN Alauddin
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?