Text
TESIS:Efektivitas Pembimbingan Ibadah Haji di Kabupaten Maros
Penelitian ini dilatarbelakangi pemahaman yang berkembang dalam
masyarakat maros bahwa haji ifrad merupakan haji yang harus dipilih nantinya
dalam menunaikan ibadah haji atau lebih dikenal dengan haji lompo. Olehnya itu,
peneliti merasa tertarik untuk meneliti sejauhmana efektivitas pembimbingan ibadah
haji di kabupaten Maros. Adapun tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui
bentuk pembimbingan ibadah haji di Kabupaten Maros, (2) untuk mengetahui proses
pembimbingan ibadah haji di Kabupaten Maros, (3) mengidentifikasi problema yang
dihadapi dan menemukan solusinya dalam pembimbingan ibadah haji \di Kabupaten
Maros.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan
menggunakan pendekatan pedagogis, psikologis, sosiologis, dan filosofis. Metode
pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara, dokumentasi. Sumber data primer
adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros, staf Urais
Kementerian Agama Kabupaten Maros, Ketua KBIH, Pimpinan Tarekat, Jemaah
Haji dan Calon Jemaah Haji. Adapun data sekundernya berupa data pendukung dari
berbagai literatur dan dokumen. Analisis data yang digunakan yakni analisis data
kualitatif deskriptif dan penarikan kesimpulan secara deduktif.
Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, Bentuk pembimbingan ibadah haji
yang dilaksanakan di Kabupaten Maros yaitu bimbingan secara massal
(Kemenag), kelompok KBIH dan individu. Diantara ketiga bentuk bimbingan
tersebut, bimbingan secara individu merupakan bentuk pembimbingan yang
efektif dibandingkan dengan bentuk bimbingan lainnya. Kedua, Proses
pembimbingan ibadah haji di Kabupaten Maros yaitu pra pelaksanaan dan masa
pelaksanaan. Pada tahap pelaksanaan, pembimbing memberikan materi dengan
metode ceramah dan tanya jawab. Setelah itu, diadakan praktik. Ketiga,
Problema yang dihadapi dalam pembimbingan ibadah haji di Kabupaten Maros yaitu
problem pengetahuan ritual haji, problem sosial agama dan Problem pengetahuan
Tambahan. Adapun solusi yang dapat dilakukan sebagai langkah antisipatif dalam
pembimbingan adalah; solusi dari faktor internal, solusi dari faktor eksternal, dan
solusi dari faktor sosial kemasyarakatan.
Implikasi penelitian ini mencakup, pemerintah dalam hal ini Kementerian
Agama khususnya Direktorat Bimbingan Islam dan Urusan Haji perlu mengeluarkan
kebijakan yang lebih berimbang dengan memberikan perhatian lebih kepada proses
pemberian bimbingan terhadap calon jemaah haji. Selain itu, Para Kelompok
Bimbingan Haji (KBIH), sebagai mitra yang akan mencetak calon haji sesuai
harapan, diharapkan mampu untuk mengembangkan model pembimbingan ibadah
haji dan perlu membuat terobosan dalam pengembangan model pembimbingan.
Tidak tersedia versi lain