Text
TESIS:EKSISTENSI BADAN AMIL ZAKAT KABUPATEN LUWU UTARA (Peluang dan Tantangan dalam Reaktualisasi UndangUndang RI. Nomor 38 Tahun 1999)
Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran objektif mengenai
Badan Amil Zakat Kabupaten Luwu Utara diantara peluang dan tantangan dalam
reaktualisasi hukum Islam. Adapun masalah yang akan dikaji dalam pembahasan
tesis ini: (1) bagaimana konsep pengelolaan zakat pada Badan Amil Zakat di Luwu
Utara (2) faktor-faktor apa yang menjadi pendukung dan penghambat pengelolaan
zakat pada Badan Amil Zakat Kabupaten Luwu Utara (3) bagaimana peluang dan
tantangan Badan Amil Zakat Kabupaten Luwu Utara dalam reaktualisasi UndangUndang RI. Nomor 38 tahun 1999.
Untuk mendapatkan jawaban terhadap permasalahan tersebut, peneliti
menggunakan metode deskriptif kualitatif serta teknik analisis. Pengumpulan data
dalam bentuk observasi, dokumentasi, dan teknik wawancara
Hasil penelitian ditemukan, bahwa konsep pengelolaan zakat pada Badan
Amil Zakat kabupaten Luwu Utara mulai berjalan dengan baik setelah dibentuk.
Faktor-faktor yang menjadi pendukung adalah: Kebijaksanaan pemerintah pusat
dengan lahirnya Undang-Undang nomor 38 tahun 1999, kesadaran masyarakat Islam,
Sosialisasi yang dilakukan oleh pengurus BAZ bersama dengan organisasi dan
lembaga Islam lainnya, dan dukungan pemerintah setempat. Faktor penghambatxiii
adalah: masih adanya persepsi negatif terhadap keterlibatan pemerintah dalam
urusan keagamaan dan sosial seperti zakat, adanya hambatan politis dari golongan
tertentu yang juga ingin mengatur pengelolaan zakat di luar kebijaksanaan
pemerintah, Belum adanya data aktual tentang muzaki dan mustahik zakat,
Keterbatasan aturan zakat yang hanya membahas pengelolaannya saja, sedangkan
persoalan esensial tidak dibahas di dalamnya.
Mengenai peluang yang dimilik oleh Badan Amil Zakat kabupaten Luwu
Utara untuk mereaktualisasikan hukum islam adalah banyaknya faktor pendukung
dalam pelaksanaan programnya dan terbentuknya Badan Amil Zakat di kecamatankecamatan dan memiliki program sendiri-sendiri. Sedangkan faktor penghambatnya
adalah antara lain sarana dan prasarana yang masih terbatas dan sumber daya
pengelola yang masih membutuhkan bimbingan dan pelatihan teknis dalam hal
pengelolaan zakat.
Tesis ini juga memaparkan implikasi, bahwa perlunya pengurus Badan Amil
Zakat Kab. Luwu Utara untuk lebih mengoptimalkan sistem pengelolaannya, mulai
dari sosialisasi, administrasi yang baik, koordinasi dengan semua pihak dan
manajemen organisasi, dan sangat diharap kepada pemerintah setempat agar pro
aktif dalam pembinaan terhadap lembaga ini, termasuk penerbitan Peraturan Daerah
(PERDA) agar keberadaan Badan Amil Zakat Kabupaten Luwu Utara dapat
dijadikan salah satu tolok ukur dalam usaha reaktualisasi Undang-Undang RI.
Nomor 83 Tahun 1999.
Tidak tersedia versi lain