Text
TESIS:Efektivitas Pelaksanaan Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 01 Tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan (Studi Terhadap Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Kelas 1A Makassar)
Tesis ini membahas tentang Perma RI No. 01 Tahun 2008 tentang
Prosedur Mediasi di Pengadilan, dilatarbelakangi upaya peningkatan pelaksanaan
mediasi dilembaga pengadilan. Masalah yang diangkat dalam tesis ini meliputi
konsep dasar Perma, efektivitas pelaksanaan Perma, serta faktor penghambat dan
tantangan pelaksanaan Perma RI No. 01 Tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di
Pengadilan (Studi Terhadap Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Kelas 1A
Makassar). Untuk memaksimalkan penerapannya pihak Pengadilan Agama Kelas
1A Makassar terus berupaya secara optimal meminimalisir tantangan dan
hambatan yang dihadapinya.
Untuk mengkaji permasalahan dalam tesis ini, penulis menggunakan
pendekatan multi disipliner yaitu pendekatan teologi normatif, yuridis, sosiologis,
historis dan psikologis. Penelitian ini tergolong field research data yang
dikumpulkan dari hasil observasi, dokumentasi, wawancara dan kuisioner.
Kemudian data yang diperoleh dianalisis secara berkesinambungan, yaitu
mereduksi data, penyajian data (data display), dan verifikasi/penarikan
kesimpulan. Serta menggunakan teknik statistik deskriptif.
Setelah mengadakan analisis terhadap data yang diperoleh mengenai
efektivitas pelaksanaan Perma RI No. 01 Tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di
Pengadilan (Studi Terhadap Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Kelas 1A
Makassar), peneliti menemukan bahwa perkara yang dapat diupayakan mediasi
adalah semua perkara perdata yang diajukan ke pengadilan tingkat pertama baik
Pengadilan Agama maupun Pengadilan Negeri yang dilakukan oleh mediator,
yang menjadi faktor penghambat keberhasilan mediasi disebabkan oleh hal-hal
yang terdapat pada diri pihak itu sendiri (faktor internal) dan dapat juga
ditimbulkan dari faktor dari luar diri dan keinginan para pihak (faktor eksternal),
adapun pada pelaksanaan mediasi cukup efektif sesuai dengan tujuan
dikeluarkannya Perma untuk memfungsikan asas sederhana cepat dan biaya
ringan dan untuk mengurangi penumpukan perkara, namun untuk mendamaikan
para pihak yang ingin bercerai belum berjalan begitu efektif.
Di samping itu, tesis ini juga memaparkan implikasi penelitian mengenai
Perma RI tersebut terhadap pemberdayaan lembaga mediasi di Pengadilan Agama
Kelas 1A Makassar, yang semestinya dimaksimalkan oleh mediator demi untuk
mewujudkan pengelolaan lembaga mediasi yang profesional dan akuntabel,
Mahkamah Agung sebagai lembaga tertinggi dan Pengadilan Tinggi Agama Kelas
Makassar sebagai lembaga tingkat banding mestinya terus berusaha
memfungsikan lembaga mediasi sesuai dengan peraturan yang ada.
Tidak tersedia versi lain