Text
TESIS:Kompetensi Komunikasi Dai Duta Peminangan Dalam Prosesi Neduta Dan Nesuro Pada Suku Kaili Di Kota Palu (Studi Komunikasi Islam Masyarakat Palu)
Tesis ini membahas tentang ‚Kompetensi Komunikasi Dai Duta Peminangan
Dalam Prosesi Neduta Dan Nesuro Pada Suku Kaili Di Kota Palu‛ dengan rumusan
masalah; 1) Bagaimana kompetensi komunikasi dai duta peminangan dalam prosesi
neduta dan nesuro pada suku Kaili di Kota Palu?. 2) Bagaimana komunikasi dai duta
peminangan dalam prosesi neduta dan nesuro pada suku Kaili di Kota Palu?. Adapun
tujuan dari penelitian; 1) Untuk mengungkap berbagai kompetensi komunikasi dai
duta peminangan dalam prosesi neduta dan nesuro pada suku Kaili di kota Palu. 2)
Menggali secara komprehensif tentang metode dan strategi dai dalam berkomunikasi
pada saat neduta atau nesuro berlangsung.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan
menggunakan pendekatan Komunikatif, Pendekatan Sosiologis dan pendekatan studi
analisis. Selain itu pengumpulan data kepustakaan (library research) dengan
menggunakan berbagai referensi yang terkait dengan Kompetensi komunikasi, dai,
peminangan, suku Kaili. Sedangkan data lapangan diperoleh dari Kantor BPS, KUA,
Dewan Adat, dai, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga kota Palu yang di pilih
sesuai kebutuhan kelengkapan data. Untuk pengumpulan data menggunakan metode
observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan adalah
reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Keterlibatan dai dalam proses
peminangan sangat urgen, hal ini demi pencerahan dan mencegah kesalahpahaman
terhadap hakikat dan fungsi peminangan. 2) Strategi dakwah yang dilakukan oleh
dai bisa berdampak terhadap sukses atau gagalnya sebuah peminangan. Kompetensi
yang harus dimiliki dai adalah: 1) kompetensi komunikasi, 2) kompetensi spritual, 3)
kompetensi intelektual, 4) kompetensi sosial budaya Kaili. 5) Kompetensi Strata
Sosial, 6) Kompetensi Sosial Linguistik. Adapun aplikasi strategi dai dalam proses
neduta dan nesuro adalah kemampuan dalam bernegosiasi, cerdas dalam membaca
situasi berkomunikasi, kapan harus menggunakan qaulanbaligha, qaulankarima,
qaulan maysura, qaulan ma’rufa, qaulan layyina dan qaulan syadida. Dakwah ibaratxviii
obat penyembuh dimana anjuran dosis dan resepnya harus sesuai, sehingga betulbetul dapat mengena di hati mad’u.
Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan
pemikiran positif kepada semua pihak terutama kepada para dai dan warga kota Palu
khususnya suku Kaili. Demi upaya meningkatkan kualitas dakwah yang tepat
sasaran dan peningkatan pengetahuan masyarakat yang bersinergi dengan program
pemerintah kota Palu, sehingga terwujud keluarga bahagia dan kesejahteraan dalam
masyarakat baldatun thayyibun wa Rabbun Ghafur fi dunya wal akhirat.
Tidak tersedia versi lain