Art Original
TESIS: PEMBARUAN PENDIDIKAN ISLAM AZYUMARDI AZRA (Studi tentang Gagasan dan Pemikirannya)
Tesis ini membahas tentang pembaruan pendidikan Islam Azyumardi Azra.
Ada beberapa submasalah yang akan dibahas pada tesis ini yaitu: 1) Bagaimana
gagasan pembaruan pendidikan Islam Azyumardi Azra? 2) Bagaimana pemikiran
pembaruan pendidikan Islam Azyumardi Azra?
Untuk menjawab masalah tersebut, penelitian ini menggunakan metode
library research, yaitu mengumpulkan data dari beberapa literatur di perpustakaan
atau di tempat lain. Literatur yang dimaksud berupa buku referensi dan tulisan
karya tokoh yang diteliti (Azyumardi Azra), kemudian menganalisis konsep gagasan
dan pemikiran yang terkandung di dalamnya. Selain itu, untuk memperoleh data
yang lebih akurat maka peneliti mengadakan wawancara langsung kepada tokoh
yang diteliti (interviewee) serta menelaah literatur-literatur ilmiah yang berkaitan
dengan pembahasan tesis ini. Metode yang digunakan adalah interview atau
wawancara langsung dan dokumentasi yang dibutuhkan. Pengumpulan data
diperoleh dari sumber data yaitu interviewee (objek penelitian, yakni Azyumardi
Azra) dengan menggunakan instrumen penelitian yaitu pedoman wawancara.
Azyumardi Azra adalah seorang tokoh pendidikan Islam. Ide-ide pembaruan
yang digagasnya sangat relevan dengan era sekarang ini sehingga dapat membantu
perkembangan mutu pendidikan Islam. Dalam hal gagasan, Azyumardi Azra
menyebutnya dengan demokratisasi dan modernisasi pendidikan Islam. Menurutnya,
kedua istilah tersebut mengandung makna yang saling elaborasi. Demokratisasi
merupakan bagian dari modernisasi. Demokratisasi pendidikan Islam yang dimaksud
oleh Azyumardi Azra adalah bentuk perkembangan baru dalam dunia pendidikan
Islam. Pendidikan yang memberikan proses pembelajaran kepada peserta didik
kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya, mengungkapkan pemikirannya,
peserta didik bersifat partisipatori partisipatif. Dalam artian bahwa bebas
mengeluarkan dan mengungkapkan pendapatnya, serta mengaktualisasikan segala
potensi yang dimilikinya. Gagasan pembaruan Azyumardi Azra berikutnya adalah
modernisasi pendidikan Islam. Modernisasi atau pembaruan pendidikan Islam
merupakan upaya untuk mengaktualisasikan ajaran Islam agar sesuai dengan
perkembangan sosial yang terjadi. Menurutnya, modernisasi adalah
mengelaborasikan dari yang tradisional ke yang modern. Dalam hal ini, perlu adanya perubahan komponen pendidikan Islam dari yang lama ke bentuk yang baru, yang
sejalan dengan perkembangan zaman. Di sisi lain, Azyumardi Azra merumuskan
pemikirannya terhadap pembaruan pendidikan Islam. Dalam lingkup ini, Azyumardi
Azra mencanangkan pembaruan dalam hal sumber, tujuan dan kurikulum pendidikan
Islam. Berkenaan dengan sumber pendidikan Islam, menurut Azyumardi Azra ialah
al-Qur’an, sunnah, kata-kata sahabat Nabi, kemaslahatan masyarakat, nilai-nilai
adat kebiasaan sosial, dan hasil pemikiran-pemikiran yang baik (ijtihad) yang
berhubungan dengan pendidikan. Sedangkan tujuan pendidikan Islam, Azyumardi
Azra menunjuk sasaran pada terbentuknya kepribadian utama berdasarkan nilai-nilai
dan ukuran Islam. Menurutnya, tujuan pendidikan Islam tidak terlepas dari tujuan
hidup manusia dalam Islam, yaitu untuk menciptakan pribadi hamba Allah yang
selalu bertakwa kepada-Nya demi tercapainya kebahagiaan hidup di dunia dan
akhirat. Oleh karena itu, tujuan pendidikan Islam yang dicanangkan Azyumardi
Azra yakni terbentukya pribadi yang takwa dalam konteks sosial bermasyarakat,
bangsa, dan bernegara menjadi rahmatan lil ‘a>lami>n. Adapun pembaruan pada aspek
kurikulum dalam pendidikan Islam, dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan
masyarakat yang terus berubah (dinamis) dengan tetap berorientasi kepada tujuan
pendidikan Islam. Adapun pembaruan dalam lingkup kurikulum pendidikan Islam
berkisar pada materi pendidikan Islam, metode, tenaga pendidik, evaluasi,
karakteristik, lembaga, dan sarana serta prasarana pendidikan Islam.
Semua komponen pendidikan tersebut harus dikelola dan dikembangkan
dengan disemangati dan dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam sehingga tercipta
suasana keagamaan Islam yang tentunya dapat bersinkronisasi dengan
perkembangan dunia global dan modern. Dengan demikian, mutu pendidikan Islam
diharapkan mampu bangkit dan survive di tengah kehidupan yang penuh persaingan
(competitive).
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain