Art Original
TESIS: MASA DEPAN FILSAFAT ISLAM PASCA IBNU RUSYD
Tesis ini berjudul ‘Masa Depan Filsafat Islam Pasca Ibnu Rusyd’. Dengan
latar belakang masalah bahwa wafatnya Ibnu Rusyd merupakan awal kematian
Filsafat Islam adalah anggapan sebahagian ummat Islam. Dalam rangka menjaga
pembahasan agar tidak keluar dari topic pembahasan, maka penulis merumuskan
batasan masalah, yaitu pertama, bagaimana latar belakang munculnya
rekonsiliasi filsafat dan agama menurut Ibnu Rusyd? Kedua, bagaimana
rekonsiliasi filsafat dan agama perspektif Ibnu Rusyd? dan ketiga, bagaimana
masa depan Filsafat Islam Pasca Ibnu Rusyd?
Metodologi penelitian yang penulis gunakan adalah Library research,
sehingga sumber data diambil dari kitab-kitab atau karya tokoh yang diteliti
sebagai data primer dan kitab-kitab atau karya tokoh atau peneliti setelahnya
sebagai data sekunder atau penunjang.Hasil penelitian penulis setelah meneliti
beberapa kitab rujukan, baik yang primer maupun sekunder adalah:
Pertama; bahwa Ibnu Rusyd lahir pada tahun 520H. Nama lengkapnya adalah
Abu> al-Wali>d Muh{ammad Ibnu Ah{mad Ibnu Muh}ammad Ibnu Ah{mad Ibnu
Rusyd yang dikenal di Eropa pada zaman pertengahan dengan sebutan Averrois.
Ia berasal dari keluarga ulama yang memiliki pengetahuan luas, terutama dalam
hukum Islam. Neneknya dikenal sebagai ulama fiqhi dalam Mazhab Ma>liki> dan
pernah menjadi Hakim Agung Cordova.
Kedua; setelah membaca kritikan-kritikan terhadap filsafat terutama dari alGhaza>li>, ia melakukan rekonsiliasi antara agama dan filsafat yang pada intinya ia
mengatakan bahwa baik filsafat maupun agama, keduanya membawa kebenaran,
kebenaran filsafat bersumber dari rasio murni atau akal dan kebenaran agaman
bersumber dari wahyu Allah. Asas-asas rekonsiliasi Ibnu Rusyd diantaranya
adalah bahwa mempelajari filsafat adalah perintah agama yang diperkuat oleh alQur’a>n, dan nas}-nas} itu memiliki makna eksoteris dan esoteric serta ta’wi>l itu
adalah suatu keharusan dalam agama. Dan yang boleh melakukan ta’wi>l itu
adalah ahli burha>n.
Ketiga; Beberapa dasawarsa setelah kematian Ibnu Rusyd, adanya mindset
sebahagian orang yang menganggap bahwa pasca-Ibnu Rusyd atau wafatnya Ibnu
Rusyd seiring dengan matinya tradisi kefilsafatan di dunia Islam, ternyata keliru.
Hal ini terbukti dengan munculnya para filosof Muslim sesudahnya seperti
Suhrawardi al-Maqtu>l dengan filsafat iluminasi (H{ikmah al-Isyra>qiyah), Mulla
Shadra dengan kearifan puncaknya (H{ikmah al-Muta’a>liyah), Muh}ammad Baqir
a-S}adr,Mehdi Ha’iri Yazdi dan masih banyak lagi yang peneliti tidak sebutkan
karena keterbatasan waktu.
Kejeniusan dan kepiawaian Ibnu Rusyd bukan berarti bahwa ia tanpa cela.
Hal ini terbukti dengan disamping pujian-pujian yang diterimanya, juga tidak
sedikit yang memberikan kritikan dan kecaman.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain