Art Original
TESIS: PENAFSIRAN M. QURAISH SHIHAB TENTANG AYAT UKHUWAH DALAM TAFSIR AL-MISHBA
Permasalahan pokok tesis ini adalah bagaimana penafsiran M. Quraish
Shihab tentang Ayat-ayat Ukhuwah dalam Tafsi>r al-Mishba>h} dengan sub
masalahnya adalah bagaimana hakikat ukhuwah dalam Tafsi>r al-Mishba>h} dan
bagaimana bentuk-bentuk ukhuwah dalam Tafsi>r al-Mishba>h}. Tujuan penelitian ini
adalah mengungkapkan hakikat ukhuwah dan menganalisis ayat-ayatnya dalam
Tafsi>r al-Mishba>h} dan mengetahui bentuk-bentuk ukhuwah dalam Tafsi>r alMishba>h}.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini penelitian
literatur (book survey) atau penelitian kepustakaan (library research) dengan metode
pendekatan yang digunakan adalah pendekatan ilmu tafsir. Teknik pengumpulan
data penelitian ini adalah penelaahan dan pengkajian bahan-bahan pustaka (library
research) dengan langkah-langkahnya adalah menetapkan masalah dan tujuan
penelitian mengenai penafsiran M. Quraish Shihab tentang ayat-ayat ukhuwah
dalam Tafsi>r al-Mishba>h}, mengumpulkan data mengenai konsep ukhuwah dalam
Tafsi>r al-Mishba>h. Pengolahan data melalui tiga tahap yakni menganalisis,
memaparkan, dan merumuskan penafsiran M. Quraish Shihab yang berkaitan dengan
ayat-ayat ukhuwah, dianalisis secara kualitatif kemudian menarik kesimpulan.
Pengujian keabsahan data dilakukan dengan menganalisis ayat-ayat ukhuwah dalam
tafsi>r al-Mishba>h} dan membaca bahan-bahan referensi yang mendukung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Hakikat ukhuwah dalam Tafsi>r alMishba>h} adalah Persaudaraan antara sesama mukmin atau persaudaraan kaum
beriman semestinya tidak terjadi dari pihak mana pun yang mengganggu rasa
persaudaraan itu. Persaudaraan yang terjalin antara sesama muslim, adalah
persaudaraan yang dasarnya berganda. Sekali atas persamaan iman, dan kali kedua
adalah persamaan seketurunan. 2) Bentuk-bentuk ukhuwah dalam Tafsi>r al-Mishba>h
adalah persaudaraan atas dasar: a) Saudara kandung atau saudara seketurunan, b)
Saudara yang dijalin oleh ikatan keluarga, c) Saudara dalam arti sebangsa, d)
Saudara semasyarakat, d) Persaudaraan Seagama.
Implikasi dari penelitian ini adalah persaudaraan yang dijalin dengan rasa
persatuan dan kesatuan, serta hubungan harmonis antar anggota masyarakat kecil
atau besar, akan melahirkan limpah rahmat bagi kita semua. Sebaliknya, perpecahan
dan keretakkan hubungan dapat mengundang lahirnya pertumpahan darah dan
perang saudara yang puncaknya adalah peperangan.
Tidak tersedia versi lain