Art Original
TESIS: Manhaj al-Alba>ni> dalam Menetapkan Kualitas Hadis (Studi Atas Kitab Silsilah al-S}ahi>hah dan Silsilah al-D{a’i>fah )
Judul tesis ini adalah Manhaj al-Alba>ni> dalam Menetapkan Kualitas Hadis
(Studi atas kitab silsilah al-S}ahi>hah dan silsilah al-D{a’i>fah ). Dengan demikian,
masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana metodologi yang digunakan
Nas}ir al-Di>n al-Alba>ni> dalam menetapkan kualitas hadis dengan beberapa sub
masalah, yaitu: pertama, Bagaimana metodologi Syeikh Nas}ir al-Di>n al-Alba>ni> dalam
menetapkan kesahihan hadis? Kedua, Bagaimana metodologi Syeikh Na>s}ir al-Di>n alAlba>ni> dalam menetapkan kedaifan hadis? Dan bagaimana penilaian ulama terhadap
metodologi yang digunakan?. Penelitian tersebut lahir dari fenomena yang terjadi
dalam kedua kitab Silsilahnya. al-Alba>ni> telah mengidentifikasi 990 Hadis yang
dianggap autentik oleh mayoritas Ulama Muslim namun oleh al-Alba>ni> dianggap
lemah., sehingga sering terjadi pertentangan dengan beberapa ulama. Bahkan, alAlba>ni> mendapatkan sorortan tajam dari kalangan ulama karena telah men-tad’if-kan
beberapa hadis dalam Sahih Muslim yang oleh kebanyakan ulama telah dianggap
berisi hadis-hadis yang shahih. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana metodologi yang digunakan Nas}ir al-Di>n al-Alba>ni> dalam
menetapkan kualitas hadis. Yaitu, dalam menetapkan kesahihan hadis dan > dalam
menetapkan kedaifan hadis?.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan
analisis melalui pendekatan history dan ilmu hadis . Dengan kata lain, penelitian ini
bertujuan mendeskripsikan kandungan atau metodologi yang dipergunakan al-Alba>ni>
dalam penulisan kitab hadisnya kemudian menganalisisnya. Karena itu dilakukan
melalui kajian kepustakaan (library research),
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa al-Alba>ni> dalam menetapkan kualias
hadis s}ah}ih }nya memilih bersikap tasyaddud sedangkan dalam menetapan kualitas
hadis d\a’if, al-Alba>ni> memilih bersikap tawassut. Adapun ekspektasi para ulama
terhadap metodologi al-Alba>ni> dalam menetapkan kualitas hadis, penulis
memandang bahwa sudut pandang al-Alba>ni> terkait metodologi studi hadis memang
dianggap kontroversial. Ia mendapat kritikan lantaran terlalu fleksibel dan tidak
konsisten dalam menetapkan kualitas sebuah hadis. maka penulis menyimpulkan
bahwa syeik Muhammad Nas}ir al-Di>n al-Alba>ni> tidak layak disebut sebagai perawi
hadis namun hanya pantas disebut pengkaji hadis. hal ini dikarenakan banyaknya
kesalahan-kesalahan al-Alba>ni> baik itu disengaja maupun tidak disengaja yang sangat mempengaruhi keadil an dan ked}abit an seorang perawi hadis yang secara
langsung berpengaruh terhadap kualitas hadis itu sendiri.
Ini berimplikasi terhadap kajian-kajian hadis berikutnya. Dengan demikian,
pendapat dan hasil kesimpulan al-Alba>ni> menyangkut hadis tertentu, tidak bersifat
mutlak. Boleh dipakai sebagai rujukan atau ditinggalkan sama sekali. Untuk itu
maka kajian dan verifikasi terhadap metodologi al-Alba>ni> dalam kedua kitab
tersebut masih sangat perlu untuk dilakukan dan dikembangkan secara mendalam
berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan sebagaimana yang dikenal oleh para
muh}addis\i>n.
Tidak tersedia versi lain