Detail Cantuman Kembali

XML

DISERTASI: PENERAPAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBAHASA ARAB MAHASISWA PAI STAIN PAREPARE


Disertasi ini membahas tiga hal, yaitu: bagaimana kemampuan bahasa Arab mahasiswa PAI semester II tahun akademik 2012/2013 yang meliputi kemampuan istimā’, qirā’ah, kalām, dan kitābah pada kelompok eksperimen dengan menggunakan pendekatan komunikatif dan pada kelompok kontrol dengan menggunakan metode tradisional serta untuk mengetahui mengapa terjadi perbedaan di antara kedua kelompok tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif kuasi eksperimen dengan sampel PAI A2 sebagai kelompok eksperimen dan PAI II A1 sebagai kelompok kontrol. Teknik pengampilan sampel adalah cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes objektif dan subjektif untuk mengukur kemampuan bahasa Arab yang terdiri atas empat keterampilan berbahasa yaitu istimā’, qirā’ah, kalām, dan kitābah.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan berbahasa Arab kelas eksperimen sebelum perlakuan adalah rata-rata skor 50,96 dan sesudah perlakuan adalah 81,80 maka gain (peningkatan kemampuan berbahasa Arab setelah pembelajaran melalui pendekatan komunikatif) adalah 0,63 kategori sedang. Maka pendekatan komunikatif adalah efektif untuk meningkatkan empat keterampilan berbahasa Arab pada kelas eksperimen. Karena Sig. (2-tailed) = 0,000 < α = 0,05 maka H0 ditolak artinya terdapat peningkatan pembelajaran Bahasa Arab sesudah diterapkan pendekatan komunikatif pada kelas eksperimen.
Adapun kemampuan berbahasa Arab sebelum pembelajaran dengan menggunakan metode tradisional adalah 49,65 dan kemampuan berbahasa kelas kontrol setelah pembelajaran dengan menggunakan metode tersebut adalah 61,8 maka gain yang diperoleh (peningkatan kemampuan berbahasa Arab) adalah 0,22 kategori rendah. Data tersebut menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Arab pada kelas kontrol tidak terjadi peningkatan secara signifikan. Karena Sig. (2-tailed) = 0,000 < α = 0,05 maka H0 ditolak artinya terdapat peningkatan pembelajaran Bahasa Arab sesudah diterapkan metode tradisional pada kelas kontrol tetapi peningkatan tersebut tidak signifikan.
Perbedaan peningkatan kemampuan berbahasa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu pembelajaran pada kelas eksperimen didasarkan pada prinsip-prinsip pembelajaran bahasa Arab, penggunaan bahasa Arab secara maksimal di dalam kelas, implementasi pembelajaran aktif, sudents-centered learning, pemberian empat keterampilan yang seimbang, pembelajaran tidak dipersiapkan hanya untuk menghadapi ujian tetapi untuk penggunaan bahasa, dan materi yang dipilih adalah otentik yaitu sesuai dengan apa yang diketahui dan dialami mahasiswa.
Implikasi penelitian ini adalah: 1) Pembelajaran bahasa Arab hendaknya dilakukan secara menarik, menyenangkan, dan efektif, 2) pembelajaran bahasa Arab tidak hanya menekankan pada aspek tata bahasa (qawaid) saja tetapi harus mencakup keempat keterampilan berbahasa yaitu istimā, qirā’ah, kalām, dan kitābah, 3) pembelajaran bahasa Arab hendaknya menekankan pada penggunaan bahasa, kelancaran, menggunakan materi bahasa yang otentik, 4) pembelajaran bahasa Arab komunikatif dilakukan secara sistematis-komprehensif antara tujuan, materi, strategi, media dan evaluasi pembelajaran, 5) pembelajaran hendaknya dilakukan berdasarkan pengalaman dan berpusat pada mahasiswa, dan 6) perlu dukungan dari semua pihak karena bahasa Arab adalah alat untuk mempelajari dan mengembangkan ilmu-ilmu keislaman.

SAEPUDIN - Personal Name
494 SAE p
494
Text
Indonesia
2015
PASCASARJANA UINAM
LOADING LIST...
LOADING LIST...